Menjadi guardian Firman Allah

Oleh: Prof. Dr. Ir. Indarto DEA

 

Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita  – TB

Guard the truth that has been entrusted to you by the Holy Spirit who dwells  within us –RSV-

2 Timotius 1:14

Surat  2 Timotius merupakan surat yang ditulis oleh Paulus pada pemenjaraannya yang kedua di Roma. Surat ini merupakan suatu surat yang mengungkapkan tentang banyaknya tantangan yang dihadapi, akibat kesetiaan dan kerelaan Paulus menderita karena perannya sebagai pemberita, rasul dan guru  Injil Kristus (1:11). Itu sebabnya di dalam surat ini Paulus banyak memberikan nasehat kepada Timotius, karena tantangan yang dihadapi Paulus akan menjadi tantangan yang dihadapi Timotius dalam melanjutkan pelayanan Paulus.

Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Paulus, antara lain adalah, bagaimana dia ditinggalkan teman-teman sekerja dan anggota jemaat yang (1:15,4:10), kondisi ini tentu akan membuatnya kesepian dalam pelayanan. Hal kedua Paulus juga melihat bagaimana bahwa pada hari-hari ke depan moralitas dan tingkah laku manusia semakin merosot, munafik, banyak yang akan menjadi pengkhianat, selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran (3:1-9). Selanjutnya, Timotius juga diingatkan bahwa akan tiba waktunya bahwa manusia tidak dapat lagi menerima ajaran yang sehat, tetapi mendengarkan ajaran-ajaran atau doktrin dari pengajar-pengajar palsu (4:3) serta memalingkan telinga bagi kebenaran dan membukanya bagi dongeng (4:4).

Melihat beratnya tantangan yang telah dihadapi Paulus dan akan dihadapi Timotius, Paulus menasehati Timotius supaya tetap bertahan dalam imannya bahkan mengobarkan karunia yang telah sejak kecil ditanamkan padanya oleh nenek dan ibunya (1:4-6). Paulus juga meminta agar Timotius rela menderita sebagai murid Kristus (1:1-6, 2:3), sementara itu Paulus juga berharap agar Timotius sebagai seorang pekerja Kristus tetap layak di hadapan Allah dan terus terang memberitakan kebenaran (2:15).

Dan di antara semua nasehat yang diberikan pada Timotius, yang sangat perlu untuk digarisbawahi adalah fasal pertama ayat 14 : “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita“, yang menarik “Peliharalah harta yang indah…….” dalam Revised Standard Version diterjemahkan “Guard the truth……….”, atau “ Jagalah kebenaran……”, terjemahan ini mirip dengan terjemahan Alkitab bahasa PerancisLa Bible du Semeur yang menerjemahkan kata “peliharalah” sebagai “Guard intact….. “yang artinya “Jagalah secara utuh……”.  Ayat ini sangat relevan bila dihubungkan tantangan-tantangan yang akan dihadapi Timotius seperti yang telah diungkapkan di atas. Karena bila apa yang terjadi disikapi dengan acuh tak acuh, maka kebenaran Firman Allah lah yang dipertaruhkan. Paulus juga mengingatkan pada Timotius untuk tetap memegang segala sesuatu yang telah didengar dari Paulus La Bible du Semeur menerjemahkannya “sesuatu yang didengar” itu sebagai “parole de verité” atau “firman kebenaran”. Intinya, apa yang diajarkan oleh Paulus adalah kebenaran Firman Tuhan, sehingga itu harus dijaga, dengan pertolongan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri Timotius (1:14).

Tantangan yang dihadapi Paulus dan Timotius, serta nasehat Paulus kepada Timotius tetap relevan bila dihadapkan pada kondisi masa kini. Firman Tuhan dalam perjalanan eksistensinya tidak pernah berhenti menghadapi tantangan.

Distorsi terhadap Alkitab yang dimulai pada abad pertengahan, terus berlanjut pada jaman Renaissance,   pencerahan, sampai jaman postmodern. Distorsi itu telah membuang kebenaran Alkitab satu demi satu, sampai pada akhirnya Injil dibuang.

Sebagai contoh nyata distorsi Alkitab adalah ketika keliteralan Kitab Kejadian, khususnya pasal 1-11 dihilankgan maka, manusia akan kehilangan konsep Siapa Pencipta, apa tujuan manusia diciptakan, manusia kehilangan identitas dirinya yang diciptakan menurut peta dan gambar Allah (Kej. !-2). Selanjutnya, manusia juga kehilangan konsep dosa (Kej.3). Sampai akhirnya manusia tidak membutuhkan penebusan atau tidak memerlukan Yesus. Pada akhirnya Injil dan Alkitab dibuang. Dr. W.S. Heathd alambukunya Tafsir Kitab Kejadian pasal 1-11 mengatakan bahwa berita Injil hanya dapat dimengerti berdasarkan penciptaan manusia sebagai makhluk kudus, yang kemudian jatuh dalam dosa.

Tanpa kebenaran Alkitab secara utuh pekabaran Injil tidak akan memiliki makna. Itu sebabnya mengapa kita harus menjaga kebenaran Alkitab secara utuh pula. Kita harus menjadi body guard Firman Allah supaya kebenaran Firman Allah tetap terjaga secara utuh.