Mempertanyakan keberadaan Dinosaurus

Oleh: Prof. Dr. Ir. Indarto DEA

 

Ketika angket dibagikan dalam  kuliah padat Mata Kuliah  Penciptaan di suatu sekolah theologia yang Injili di Jakarta terdapat sesuatu menarik untuk diperhatikan. Salah satu pertanyaan dalam angket tersebut adalah keyakinan mahasiswa tentang keberadaan dinosaurus. Dari pertanyaan tersebut, terdapat 25 % mahasiswa yang memiliki keyakinan bahwa dinosaurus hanya ada pada film, tidak ada dalam kenyataan selama perjalanan sejarah alam semesta.Disisi lain ,sejak diluncurkannya film Jurassic Park, dunia mempertanyakan kebenaran film yang diambil dari urutan perkembangan pohon kehidupan evolusi. Jurassaic Park adalahsalah satu period dalam era Mesozoic, dimana suatu period yang diyakini Dinosaurus hidup yang merupakan hasil dari evolusi burung. Era Mesozoic berada sekitar 65 juta tahun lalu. Dan menurut evolusi geologi mereka punah 65 juta tahun  sebelum manusia ada.

Apa yang telah diluncurkan oleh film Jurassic Park, maupun film-film dinosaurus yang lainserta tulisan-tulisan tentang dinosaurus yang evolusionis telah menjadi bagian yang menarik bagi masyarakat, bukan saja bagi para anak-anak, tetapi juga bagi orang-orang dewasa, tak terkecuali umat Kristen.

Hal yang kemudian menjadi pertanyaan masyarakat Kristen adalah, apakah Allah menciptakan dinosaurus dan bila menciptakan kapan dan kenapa pula Alkitab tidak menyebutkan dinosaurus ?

Masalahnya adalah gereja dengan sekolah minggunya tak pernah peduli apakah dinosaurus ada atau tidak, dan tidak pernah menjelaskan itu pada jemaatnya dan anak-anak yang membutuhkan jawaban tentang  dinosaurus.Bilagerejatidakmemberijawabanmerekaakanmencarijawabdiluargereja.

Terdapat fakta-fakta ilmiah yang ditemukan untuk dapat menjawab keberadaan dinosaurus. Fakta-fakta tersebut adalah sbb :

  • Adanya fossil-fossil dinosaurus

Melihat fossil –fossil demikian banyak dan nyata membuktikan bahwa dinosaurus benar-benar ada.

Fossil-fossil dinosaurus telah ditemukan di beberapa tempat di dunia dari Alaska dan Siberia sampai di Antartika.

Beberapa ditemukan di Canada, USA (terutama di beberapa negara bagian barat seperti Colorado,Utah , Montana dan Wyoming),China,Mongolia, Eropa, Afrika, Mexico, Amerika Selatan dan Australia.

Seringkali fossil dinosaurus ditemukan tercampur dengan timbunan beberapa binatang lainnya, yang kemungkinan tertumpuk akibat bencana airbah.

Fossil terbentuk pada saat suatu tumbuhan atau binatang terkubur secara cepat setelah kematian maupun sebelum mati. Fossil tidak pernah terbentuk dalam waktu yang lambat,sebab bila terjadi dalam waktu yang lama maka binatang akan membusuk atau ter dekomposisi sehingga bentuknya akan hilang.

Studi tentang fossil memberikan fakta pada kita tentang katastropik yang melanda seluruh dunia , seperti airbah

Deskripsi formal yang dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul “New Perspectives on Horned Dinosaur” Co-Editor David Eberth, peneliti senior pada Museum Royal Tyrrell, menyatakan bahwa data dari tulang yang berkelimpahan memberikan fakta yang jelas, bahwa tumpukan dinosaurus tersebut adalah akibat adanya bencana katastropik.

Alkitab menginformasikan kepada kita bahwa bencana katastropik hebat yang pernah terjadidi di bumi ini adalah  adalah bencana Airbah pada jaman Nuh (Kejadian 6-8)

  • Adanya jejak kaki (animal track) dinosaurus di sungai Paluxy

Audit jejak yang dilakukan oleh Taylor menunjukkan temuan adanya 14 jejak kaki manusia dan paling sedikit 134 jejak kaki dinosaurus. Ke arah muara dari audit jejak yang dilakukan oleh Taylor, Dr. Henry Morris menemukan jejak yang sama.

Foot print dari dinosaurus dan manusia ini mengindikasikan dua hal, pertama manusia dan dinosaurus pernah hidup bersama, dimana hal ini berlawanan dengan pemikiran evolusionis yang menyatakan bahwa dinosaurus punah 65 juta tahun sebelum manusia ada. Kedua foot print tidak mungkin terjadi dalam jutaan, ratusan bahkan puluhan tahun, sebab jika pengerasan footprint terjadi selama itu tentu  jejak-jejak kaki tertsebut telah hilang tersapu akibat erosi ataupun masalah iklim.

  • Kesaksian budaya

Kesaksian sejarah dalam suatu budaya sering menginformasikan kepada kita fakta.fakta yang tidak mungkin disangkal kebenarannya. Dennis L.Swift seorang peneliti Indian kuno dan arkeologi Alkitab, dalam tulisannya yang berjudul Message on Stones pada majalah Creation ex Nihilo, menunjukkan fakta-fakta adanya pictograph yang dibuat oleh suku Indian   diberikan oleh Dr. Javier Cabrera Darquea  yang didapat dari gurun Nazea. Dua gambaran dinosaurus dalam batuan adalah Triceptarops dan seekor dinosaurus therapod dinosaurus yang sama dengan Tyrannosaurus rex atau Allosaurus.

Pictograph diperkirakan  digambarkan oleh Anasazi Indian yang hidup di south-west Amerika antara tahun 150 BC sampai 1200 AD. Pictograph ini menginformasikan pada kita pertama bahwa suku Indian pernah melihat dinosaurus, yang kedua adalah akibat dari hal tersebut maka pemikiran evolusionis yang menyatakan bahwa dinosaurus hidup 65 juta tahun sebelum manusia ada menjadi gugur.

Mempertanyakan keberadaan Dinosaurus_pictograph dino 1Mempertanyakan keberadaan Dinosaurus_pictograph dino 2

Gambar Pictograph T. Rex yang dibuat kaum Indian,menepis pikiran teori evolusi bahwa dinosaurus punah 60 juta tahun sebelum manusia ada (Sumber Dennis L. Swift,Messages on Stones- Creation ex Nihilo)

Dari ketiga fakta ilmiah tersebut diatas menunjukkan bahwa dinosaurus tak mungkin disangkal keberadaannya dibumi. Dengan kata lain kita tidak dapat mengatakan bahwa dinosaurus tidak ada. Film  fiksi dapat memberi gambaran yang berbeda dengan fakta, tetapi kejujuran ilmuwan yang benar-benar meneliti hal tersebut harus menjadi pertimbangan utama.

Apa kata Alkitab ?

Selain fakta ilmiah, masih terdapat  pertanyaan lain yang masih menjadi ganjalan bagi umat Kristen, yang percaya bahwa alam semesta dan kehidupan diciptakan oleh Allah, bukan terjadi dengan sendirinya seperti dalam teori evolusi. Pertanyaan tersebut adalah  bila  dinosaurus ada, mengapa Alkitab tidak pernah menyebut kata dinosaurus ?.

Dalam penciptaan makhluk hidup pada hari kelima tertulis dalam Kejadian 1: 20-21 sbb :

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”

 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Dalam kata-kata binatang-binatang laut yang besar, termasuk didalamnya adalah dinosaurus-dinosaurus yang hidup di air seperti plesiosaurus yang disebut  Elasmosaurus. Alkitab tidak pernah memperinci jenis-jenis ciptaan tetapi hampir mungkin jenis dinosaurus ini diciptakan pada hari kelima. Sedang dinosaurus yang hidup didarat tentu diciptakan Allah pada hari keenam.

Alkitab diterjemahkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1600, tetapi fossil dinosaurus baru diketemukan 250 tahun kemudian ( tahun 240). Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapatidak ada kata dinosaurus didalam Alkitab. Namun demikian bila dilihat binatang yang dilukiskan dalam Ayub 40 :10-19, kata behemoth yang diterjemahkan  kuda Nil oleh LAI, secara anatomis lebih mirip dengan gambaran dari Aptosaurus. Dalam terjemahan King James Version lebih berhati-hati karena kata asli behemoth tidak diterjemahkan