Berapa lamakah terbentuknya fossil?

Oleh: Prof. Dr. Ir. Indarto DEA

 

Telah menjadi keyakinan umum dan dunia pendidikan bahwa fossil terbentuk dalam waktu yang lama, yaitu ratusan sampai jutaan tahun. Pandangan ini berpangkal dari pemikiran geologi evolusionis, yaitu ikan yang mati pada dasar laut atau danau, secara perlahan ditutup oleh partikel-partikel lumpur atau pasir yang turun mengendap dan mengeras di dasar. Menurut mereka, proses ini memakan waktu yang sangat lama.

Dalam kenyataannya, bila ikan mati dan menjadi keras dalam waktu yang lama, maka tidak akan pernah menjadi fossil. Mengapa? Karena ikan tersebut akan mengalami dekomposisi dan membusuk yang kemudian dapat menjadi makanan organism atau ikan yang lain sehingga tidak akan pernah menjadi fossil.

Sebaliknya, Alkitab mengindikasikan bahwa fossil terbentuk secara cepat, akibat adanya bencana seperti pada masa air bah. Alkitab mencatat bahwa asal air pada masa Air bah adalah dari dasar samudra yang terbelah dan dari langit yang terbuka seperti yang tertulis pada Kejadian 7:11

“…………….. pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.”

Ketika dasar samudra terbelah di situlah terjadi peristiwa tektonik dan vulkanik, yang terbayang bersamaan dengan itu adalah lahar, lumpur, abu, dimana zat-zat yang terkandung dalam material yang keluar dari peristiwa vulkanik dan tektonik tersebut ditambah dengan faktor temperature memungkinkan suatu pengerasan lapisan dan endapan dengan cepat dapat terjadi. Dan bila endapan atau lapisan tersebut mengandung organism maka fossil pun akan terjadi.

Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa fossil terjadi dalam waktu yang sangat singkat, seperti terlihat pada Gambar 1, yang merupakan fossil ikan makan ikan. Lapisan di sekeliling ikan ini mengeras saat ikan ini sedang makan. Namun, aktivitasnya terhenti secara mendadak saat lapisan sekitarnya mengeras secara cepat yang kemudian ikan ini mati dan menjadi fossil.

Berapa lamakah terbentuknya  fossil_fossil ikan

Gambar 1. Fossil ikan memakan ikan kecil, menunjukkan bahwa lapisan sekitar ikan mengeras secara cepat.

Dalam tulisannya di Creation ex nilio Vol. 19. No. 2 1997, Carl Wieland juga menulis tentang fossil serupa dari species Mioplosus labracoides, yang terakhir disebut dari Early Eocene Fossil Lake sediment yang terbentuk dari Green River formation  (Wyoming USA).

Apa yang terjadi saat tulang, gigi atau tanaman menjadi fossil adalah karena apa yang terkandung dalam element-element tersebut diganti dengan mineral-mineral yang larut dalam air pada dasar dalam waktu yang singkat. Air bergerak melintasi dasar sungai atau laut, mengandung beberapa macam mineral, seperti silica (SiO2), calcite (CaCO3) dan pyrite (FeS2). Bila tulang, gigi dari suatu binatang, atau bagian tanaman tertimbun pada dasar, maka menjadi basah dengan air, mineral-mineral dalam air menggantikan semua material dalam tulang, gigi atau tanaman, dan menjadi keras seperti batu. Pada kenyataannya, sekarang adalah batu, tapi memiliki bentuk seperti tulang, gigi, atau tanaman. Tulang, gigi atau tumbuhan ini tidak memerlukan waktu yang lama untuk menjadi fossil.

Beberapa evolusionis saat ini telah sepakat bahwa pembentukan fossil tidak memerlukan jutaan tahun. Namun sayangnya untuk sebagian besar masyarakat, kata fossil masih dipikirkan sesuatu yang terjadi melalui proses yang melewati jutaan tahun.

Fakta fossil ikan sedang makan secara jelas mengungkap kebenaran peristiwa-peristiwa katastropik yang terjadi pada masa lalu seperti bencana air bah. Namun, fossil juga bisa terjadi akibat bencana letusan gunung berapi. Sebagai contoh, akibat letusan gunung berapi Tarawera New Zealand pada tahun 1886, ditemukan beberapa fossil tepung, obat, dan topi.